Ulasan Anime Kubo Won’t Let Me Be Invisible Season 1

 Kubo Won’t Let Me Be Invisible adalah salah satu anime romcom yang menurutku cukup menarik, tapi juga terasa sangat “mentah” dalam arti positif. Anime ini bukan romansa dramatis yang penuh konflik besar, bukan juga romansa yang dipenuhi adegan emosional berat. Sebaliknya anime ini lebih seperti potongan kehidupan remaja yang sederhana, dua orang yang perlahan saling mengenal, saling memperhatikan, dan tanpa sadar mulai membentuk hubungan yang lebih dekat. Ulasan ini akan merangkum Season 1 dari anime tersebut, meskipun sebenarnya manganya sendiri sudah tamat ketika anime ini selesai tayang.

Dari awal anime ini langsung memperkenalkan premis unik yang jarang ditemukan di romcom lain: Junta Shiraishi adalah seseorang yang hampir “tidak terlihat.” Bukan secara literal seperti karakter dengan kekuatan supernatural, tapi secara sosial. Teman-temannya sering tidak menyadari kehadirannya, guru bahkan kadang tidak sadar dia ada di kelas. Dia bukan karakter yang dibenci, bukan juga karakter yang dihindari dia hanya… tidak diperhatikan. Ini membuat Shiraishi menjadi karakter yang sangat pasif, bahkan dalam kehidupannya sendiri.

Namun semua itu berubah dengan kehadiran Nagisa Kubo, Kubo adalah satu-satunya orang yang selalu bisa melihat Shiraishi. Bagi orang lain Shiraishi seperti bayangan tapi bagi Kubo, dia jelas terlihat. Bahkan mencari Shiraishi bukanlah hal sulit bagi Kubo, dari sinilah seluruh cerita dimulai: hubungan sederhana antara dua remaja yang secara perlahan membentuk koneksi unik

  • Nagisa Kubo: Karakter yang Menggerakkan Cerita

Kalau Shiraishi adalah bayangan, maka Kubo adalah cahaya yang membuat bayangan itu terlihat. Nagisa Kubo adalah karakter yang ceria, playful, dan sedikit usil tapi semua itu dilakukan dengan cara yang lembut dan tidak pernah terasa jahat. Dia sering menggoda Shiraishi, tapi bukan untuk mempermalukannya melainkan untuk membuatnya merasa “ada.”

Yang membuat Kubo menarik adalah bagaimana dia secara konsisten menjadi orang pertama yang memperhatikan Shiraishi, dia memanggil namanya, mengajaknya bicara, dan bahkan sengaja menciptakan momen-momen kecil agar Shiraishi bisa merasakan keberadaan dirinya sendiri. Dari sudut pandang romansa, sudah jelas bahwa Kubo memiliki perasaan terhadap Shiraishi sejak awal dari cara dia memandang Shiraishi, cara dia tersenyum saat bersamanya, semuanya menunjukkan bahwa dia melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain.

Namun Kubo tidak pernah memaksakan perasaannya, dia tidak pernah membuat pengakuan besar atau momen dramatis. Dia memilih pendekatan yang lebih halus dengan cara membangun hubungan secara perlahan, dari interaksi kecil sehari-hari.

  • Junta Shiraishi: Karakter yang Masih Kosong Secara Emosional

Di sisi lain Junta Shiraishi adalah kebalikan dari Kubo dia pendiam, pasif, dan hampir tidak pernah mengambil inisiatif dalam hubungan mereka. Di Season 1 sangat jelas bahwa Shiraishi belum memiliki perasaan romantis yang nyata terhadap Kubo. Bahkan ketika mereka pergi bersama, berjalan pulang bersama, atau menghabiskan waktu bersama Shiraishi masih terlihat seperti karakter yang menjaga jarak emosional.

Dia tidak dingin karena tidak peduli, dia dingin karena tidak tahu bagaimana harus merespons. Shiraishi bukan karakter yang menolak Kubo, tapi juga bukan karakter yang secara aktif mendekatinya. Dia masih berada di tahap di mana keberadaan Kubo sendiri sudah cukup berarti baginya, tanpa perlu memahami lebih jauh apa artinya secara romantis. Ini yang membuat romansa mereka terasa “mentah.” Tidak ada perkembangan dramatis, tidak ada perubahan drastis, hanya ada dua orang yang perlahan mulai saling memahami satu langkah kecil dalam satu waktu.

Karakter Pendukung: Lingkungan yang Membantu Kubo

Selain dua karakter utama, ada beberapa karakter pendukung yang memainkan peran penting dalam perkembangan hubungan mereka terutama dari sisi Kubo.

Akina Kubo, kakak Nagisa adalah salah satu karakter paling menarik. Dia sering membantu Nagisa secara tidak langsung, memberikan dorongan atau menciptakan situasi yang memungkinkan hubungan Nagisa dan Shiraishi berkembang. Akina memahami perasaan adiknya dan meskipun sering terlihat santai, dia sebenarnya sangat mendukung Nagisa.

Kemudian ada Saki Kubo, saudara Nagisa yang lebih muda. Saki memiliki sifat yang menggemaskan dan sering muncul sebagai karakter yang ingin menjadi seperti Nagisa, dia juga mencoba membantu Nagisa meskipun dengan cara yang lebih polos dan tidak langsung. Kehadiran Saki memberikan nuansa keluarga yang hangat dalam cerita.

  • Seita Shiraishi: Karakter Favorit Fans yang Diam-Diam Penting

Salah satu karakter yang surprisingly populer di kalangan fans adalah Seita Shiraishi, adik Junta meskipun perannya tidak terlalu besar, dia memiliki pengaruh emosional yang penting. Seita sering berinteraksi dengan Kubo secara natural, tanpa hambatan sosial yang dimiliki Junta. Seita menjadi semacam jembatan antara Kubo dan Junta melalui interaksi dengan Seita, Kubo bisa memahami sisi lain dari Junta dan Junta juga bisa melihat bagaimana Kubo berinteraksi dengan keluarganya. Kehadiran Seita menambahkan lapisan kehangatan dalam cerita yang mungkin tidak akan ada jika hanya fokus pada hubungan Nagisa dan Junta saja.

Secara visual, anime ini tidak mencoba menjadi spektakuler gaya animasinya bersih, warna-warnanya lembut, dan desain karakternya sederhana semua ini mendukung tone cerita yang santai dan ringan. Atmosfer anime ini sangat konsisten: tidak pernah terasa terburu-buru, tidak pernah terasa terlalu dramatis. Setiap episode seperti potongan kecil kehidupan sehari-hari, tanpa tekanan untuk mencapai klimaks besar.

Hal yang paling menonjol dari Season 1 adalah betapa lambatnya perkembangan romansa mereka, tapi justru di situlah kekuatannya. Anime ini tidak mencoba memaksakan perkembangan karakter, tidak ada pengakuan cinta besar, tidak ada konflik dramatis, tidak ada love triangle. Sebaliknya anime ini fokus pada momen kecil: berjalan bersama, berbicara setelah sekolah, atau hanya sekadar menyadari kehadiran satu sama lain. Ini membuat hubungan mereka terasa lebih realistis, seperti romansa remaja yang benar-benar terjadi.

  • Kesimpulan: Romcom yang Menyenangkan, Tapi Masih Standar

Secara keseluruhan, Kubo Won’t Let Me Be Invisible Season 1 adalah anime yang enjoy to watch, tapi masih berada dalam kategori romcom standar. Premisnya unik, karakternya menyenangkan, dan atmosfernya hangat namun selain plot utamanya yang unik, belum ada elemen yang benar-benar membuatnya terasa luar biasa. Anime ini lebih cocok untuk penonton yang menikmati romansa ringan tanpa drama berat, ini bukan anime yang akan membuatmu menangis atau terkejut tapi anime yang bisa kamu nikmati dengan santai.

Season 1 terasa seperti fondasi bukan klimaks, dan meskipun manganya sudah tamat anime ini berhasil memberikan gambaran awal yang solid tentang hubungan antara Nagisa Kubo dan Junta Shiraishi. Pada akhirnya, ini adalah cerita tentang seseorang yang tidak terlihat dan satu orang yang memilih untuk melihatnya. Dan kadang, itu saja sudah cukup untuk memulai sesuatu yang berarti.

Komentar